Minggu, 18 November 2012

MAKALAH BAHASA INGGRIS PRONOUN




BAB II
METODE DAN PEMBAHASAN

2.1       Prosedur Makalah
Dalam penyusunan makalah ini penulis menggunakan study literatur karena dianggap lebih mudah dan efektif yaitu dengan metode penelitian dengan mempelajari masalah dari Buku dan Kajian Pustaka yang dikembangkan dalam sebuah makalah untuk memecahkan suatu masalah.
2.2       Pembahasan
2.2.1.           Pengertian Pronoun
pronoun adalah kata ganti yang berfungsi sebagai subject.
  • I, you, we, they, he, dan she digunakan untuk mengganti orang. Selain itu, “they ” juga digunakan untuk menggantikan plural nouns. He dan she juga dapat digunakan untuk menggantikan hewan, khususnya hewan peliharaan. Dan khusus untuk “she ‘ juga dapat digunakan untuk menggantikan kapal laut.
  • “It ” untuk menggantikan benda mati dan tumbuhan tunggal.
  • He, she dan it adalah singular subject (orang ketiga tunggal) yang selalu diikuti oleh singular verb.
Penggunaan subject pronoun ada 4, yaitu:
a. Pada umumnya subject pronoun diletakkan di awal kalimat (sebelum verb).
Contoh:
  1. I love you.
  2. He is my brother.
  3. She likes writing a poem. (Dia suka menulis puisi).
  4. Two cars were reported stolen last night. They haven’t been found yet. (Dua mobil dilaporkan dicuri tadi malam. Mereka (kedua mobil itu) belum ditemukan).
  5. You have to buy a good English dictionary. (Kamu harus membeli sebuah kamus bahasa Inggris yang baik).
  6. We planted a rose plant last month. It is growing well now. (Kami menanam sebuah tanaman mawar sebulan yang lalu. Dia (tanaman mawar itu) sedang tumbuh dengan baik sekarang).
b. (it/that/this/these/those/there) + (to be) + subject pronoun
Dalam pola-pola seperti ini, it, that, this, these, those dan there hanya berfungsi sebagai pseudo-subject (subject semu). Subject yang sebenarnya adalah nouns setelah to be. Olehnya itu, pronoun yang tepat digunakan setelah to be adalah subject pronoun.
Contoh:
  1. It was I who broke the mirror. (Adalah saya (sayalah) yang memecahkan cermin itu).
  2. There is he here now. You should come here quickly if you want to meet him. (Ada dia di sini sekarang. Kamu harus datang ke sini dengan cepat jika kamu ingin bertemu dia).
  3. This is I. I am just an ordinary person. (Inilah saya. Saya hanyalah seorang manusia biasa).
c. Setelah expression as… as dalam kalimat equal comparison.

Contoh:
  1. He is as smart as she. (Dia (cowok) sama pintarnya dengan dia (cewek).
  2. Maria has the same preference as they. (Maria punya kesukaan yang sama dengan mereka).
Setelah than dalam kalimat unequal comparison.
Contoh:
  1. I am smarter than he. (Saya lebih pintar dari dia).
  2. They study harder than she. (Mereka belajar lebih giat dari dia).
d.  Setelah different from.
  1. We are different from they. (Kita beda dengan mereka).
  2. Although they are twins, she is different from he. (Walaupun mereka kembar, dia (cewek) beda dengan dia).
Note: In speaking (informal occasion), pronoun pada kalimat-kalimat di poin b – d lebih sering dinyatakan dengan object pronoun, menjadi:
  1. It was me who broke the mirror.
  2. He is as smart as her.
  3. I am smarter than him.
  4. We are different from them. dan seterusnya.
Walaupun lebih sering digunakan secara informal, penggunaan object pronoun ini (poin b-d) dianggap gramatically incorrect. Jadi, jika anda ikut ujian TOEFL atau test lainnya selalu pilih subject pronoun, bukan object pronoun.
Contoh kalimat tambahan penggunaan subject pronoun dapat dibaca di topik : Subject kalimat.

2.2.2.           Penggunaan Object Pronoun
Object pronoun adalah kata ganti yang berfungsi sebagai object dan diletakkan setelah verb.
Contoh:
  1. Yeyes gave me a piece of cake (Yeyes memberi saya sepotong kue)
  2. Yeyes gave you a piece of cake, too. (Yeyes memberi kamu sepotong kue juga)
  3. Yeyes did not give him a piece of cake. (Yeyes tidak memberi dia sepotong kue).
  4. I like her. (Saya suka dia).
  5. Do you like your new bicycle? Yes, I like it very much. (Apakah kamu suka sepeda barumu? Ya, saya menyukainya dengan sangat)
  6. Koko helped us clean the house. (Koko membantu kami membersihkan rumah).
  7. Yeyes taught him to do his homework. (Yeyes mengajarinya mengerjakan PR).
  8. Didit saw us on the football field. (Didit melihat kita di lapangan sepakbola)
  9. She hates me because I am very, very naughty. (Dia membenciku karena saya sangat,sangat jahil).
2.2.3.            Penggunaan Possessive Adjective
Pronoun ini berfungsi sebagai kata sifat, yaitu untuk menerangkan kepemilikan terhadap nouns. (The nouns belong to whom? = nouns itu milik siapa?)
Contoh:
  1. This is my house. (Ini adalah rumahku).
  2. That is his house.
  3. This is your dictionary. (Ini adalah kamusmu)
  4. We all like our teacher.
  5. Didit and Yeyes are saving some of their money to buy a birthday gift.
  6. That is your book.
  7. This is their clean class.
  8. That is our television.
  9. This is my new bag.
  10. That is her big house.
2.2.4.            Penggunaan Possessive Pronoun
Kata ganti ini juga menyatakan kepemilikan sesuatu benda. Perbedaannya dengan possessive adjectives adalah terletak pada kata bendanya yang tidak disebutkan lagi karena sudah tersirat di dalam kata ganti ini.
Contoh:
  1. This house is mine. (rumah ini adalah rumahku).
  2. That house is his. (rumah itu adalah rumahnya).
  3. This dictionary is yours. (kamus ini adalah kamusmu).
  4. I like your shoes but I don’t like mine. (Saya suka spatumu, tapi saya tidak suka sepatuku).
  5. Those books are his now. (Buku-buku itu adalah buku-bukunya sekarang).
  6. This new bag is mine. (Tas baru ini adalah tasku).
  7. That television is ours. (TV itu adalah TV kami).
  8. These beautiful cars are theirs. (Mobil-mobil cantik ini adalah mobil-mobil mereka).
  9. That pencil is yours. (Pensil itu adalah pensilmu).
  10. This dictionary is his. (Kamus ini adalah kamusnya).
Note: In speaking, noun setelah “this, that, these dan those” sering dihilangkan. Lawan bicara sudah paham maksudnya karena noun-nya sudah diacu sebelumnya, plus adanya body language. Contoh-contoh di atas dapat dinyatakan dengan:
  1. This is mine
  2. That’s yours
  3. Those are his now, dan seterusnya.
2.2.5.            Penggunaan Reflexive (Reciprocal) Pronoun
Reflexive atau reciprocal pronoun ini digunakan untuk merefleksikan diri dan untuk mengeraskan arti orang atau benda yang diacunya.
Contoh:
  1. I hate myself. (Saya benci diriku sendiri).
  2. You only love yourself. (Kamu hanya cinta dirimu sendiri).
  3. You all have to help yourselves. (Kamu semua harus membantu diri kamu sendiri).
  4. We have to discipline ourselves. (Kita harus mendisiplinkan diri kita sendiri).
  5. She must be angry to herself. (Dia harus marah pada dirinya sendiri).
  6. He gives himself a little more time to rest. (Dia memberi dirinya sendiri sedikit lebih banyak waktu untuk beristirahat).
  7. They are proud of themselves. (Mereka bangga pada diri mereka sendiri).

2.2.6.           Penggunaan Indefinite Pronoun: One Dan Ones
Selain kelima jenis pronoun di atas, one‘ dan ones juga dapat digunakan untuk menggantikan nouns yang sudah pernah disebutkan sebelumnya. One digunakan untuk menggantikan singular nouns (benda tunggal), sedangkan ones digunakan untuk menggantikan plural nouns (benda jamak).
Contoh:
1.                  There are two dogs in my house. They are brown and white. The brown one is big, tall and a little fierceful, while the white one is smaller, shorter, and calmer. (Ada 2 anjing di rumahku. Mereka berwarna coklat dan putih. Anjing yang berwarna coklat adalah besar, tinggi, dan sedikit galak, sedangkan anjing yang berwarna putih adalah lebih kecil, lebih pendek, dan lebih jinak).
2.                  I have two new red pens on my right hand and five used blue pens on my left one. Which ones do you want? (Saya punya 2 pulpen merah baru di tangan kanan saya dan 5 pulpen biru yang telah pernah dipakai di tangan kiri saya. Pulpen-pulpen yang manakah yang kamu inginkan?).
Note: ‘One ‘ atau ‘ones ‘ hanya menggantikan noun-nya saja, sedangkan adjective-nya harus tetap disebutkan agar pembaca atau lawan bicara mengerti apa atau siapa yang diacu/dirujuk oleh ‘one’ atau ‘ones’ tersebut.


                                                                                                          


BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN

            Simpulan
Yang melatarbelakangi penulisan makalah ini adalah untuk menambah wawasan khususnya penulis dan mencari cara yang mudah untuk menjelaskan materi tentang Pronoun. Bentuk sifat Pronoun yang berkaitan dengan pengertian Pronoun, bentuk dan sifat Pronoun serta bagaimana penerapan/pemakaiannya.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian pronoun adalah kata ganti yang berfungsi sebagai subject.
  • I, you, we, they, he, dan she digunakan untuk mengganti orang. Selain itu, “they ” juga digunakan untuk menggantikan plural nouns. He dan she juga dapat digunakan untuk menggantikan hewan, khususnya hewan peliharaan. Dan khusus untuk “she ‘ juga dapat digunakan untuk menggantikan kapal laut.
  • “It ” untuk menggantikan benda mati dan tumbuhan tunggal.
  • He, she dan it adalah singular subject (orang ketiga tunggal) yang selalu diikuti oleh singular verb.

            Saran
1.      Bahasa Inggris adalah bahasa International, untuk mempermudah mempelajarinya bisa dengan berbagai cara, salah satunya dengan cara membuat makalah yang lebih detail penyampaiannya. Bacalah makalah ini dengan cermat. Mudah-mudahan bisa menambah wawasan (khususnya bagi yang belum mempelajari materi tentang Pronoun).
2.      Kepada pembaca yang sudah lebih menguasai materi ini kami berharap memberikan masukan bahkan bisa menambahkan informasi kepada kami baik langsung maupun tidak langsung. Mudah-mudahan bisa tambah pengetahuan buat kami.
3.      Mohon dimaklumi apabila dalam penjelasan materi ini ada yang kurang tepat apalagi tidak sesuai dengan pendapat narasumber, kami manusia biasa dan akan terbuka apabila ada koreksi dari pihak manapun.

Senin, 22 Oktober 2012

kewirausahaan cara memulai bisnis



KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN SISTEM FRANCHISE (WARALABA)
Franchising juga merupakan strategi perluasan dari suatu usaha yang telah berhasil dan ingin bermitra dengan pihak ketiga yang serasi, yang ingin berusaha, dan memiliki usaha sendiri. Sistem franchise ini mempunyai keunggulan-keunggulan dan juga kerugian-kerugian. Keunggulannya adalah:
“As practiced in retailing, franchising offers franchisees the advantage of starting up a new business quickly based on a proven trademark and formula of doing business, as opposed to having to build a new business and brand from scratch.”
“Seperti dalam praktek retailing, franchising menawarkan keuntungan untuk memulai suatu bisnis baru dengan cepat berdasar pada suatu merek dagang yang telah terbukti bisnisnya, tidak sama seperti dengan membangun suatu merek dan bisnis baru dari awal mula.” Selain itu menurut Rachmadi keunggulan lainnya dari sistem franchise bagi franchisee, antara lain:
1.      Pihak franchisor memiliki akses pada permodalan dan berbagi biaya dengan franchisee dengan resiko yang relatif lebih rendah.
2.      Pihak franchisee mendapat kesempatan untuk memasuki sebuah bisnis dengan cara cepat dan biaya lebih rendah dengan produk atau jasa yang telah teruji dan terbukti kredibilitas mereknya.
3.      Lebih dari itu, franchisee secara berkala menerima bantuan manajerial dalam hal pemilihan lokasi bisnis, desain fasilitas, prosedur operasi, pembelian, dan pemasaran.

Sedangkan kerugian sistem franchise bagi franchisee adalah:
1.       Sistem franchise tidak memberikan kebebasan penuh kepada franchisee karena franchisee terikat perjanjian dan harus mengikuti sistem dan metode yang telah dibuat oleh franchisor.
2.      Sistem franchise bukan jaminan akan keberhasilan, menggunakan merek terkenal belum tentu akan sukses bila tidak diimbangi dengan kecermatan dan kehati-hatian franchisee dalam memilih usaha dan mempunyai komitmen dan harus bekerja keras serta tekun.
3.      Franchisee harus bisa bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik dalam hubungannya dengan franchisor.
4.      Tidak semua janji franchisor diterima oleh franchisee.
5.      Masih adanya ketidakamanan dalam suatu franchise, karena franchisor dapat memutuskan atau tidak memperbaharui perjanjian.



KELEMAHAN DAN KELEBIHAN MEMBANGUN USAHA BARU
            Usaha mandiri adalah bentuk usaha yang paling banyak didirikan, karena prosedur dalam mendirikan usaha ini sangat sederhana.
Berikut adalah kelebihan usaha sendiri/mandiri dibandingkan dengan usaha yang lain.
1.      Biaya yang dibutuhkan untuk membangun usaha mandiri relatif lebih murah.
 Usaha mandiri adalah bentuk usaha yang paling banyak didirikan, karena prosedur dalam mendirikan usaha ini sangat sederhana, sehingga tidak memerlukan banyak biaya dalam mendirikan usaha ini.
2.      Semua keuntungan usaha menjadi milik sendiri.
3.      Kebebasan dan fleksibilitas
4.      Kepuasan pribadi.
5.      Pengawasan usaha dilakukan sendiri secara langsung.
Selain ,emiliki kelebihan, usaha mandiri juga memiliki kekurangan diantaranya sebagai berikut :
1.      Pertanggungjawaban terhadap kegagalan usaha ditanggung sendiri.
2.      Kesulitan mengembangkan modal.
Kesulitan dalam mengembangkan modal ini terjadi karena aset perusahaan tidak terlindungi dari tuntutan kreditor perorangan. Untuk membiayai modal sering kali pemilik perusahaan menggunakan kekayaannya sendiri atau kekayaan pribadi.
3.      Keterbatasan dalam mengembangkan kemajuan perusahaan.
Keberhasilan yang dicapai dalam mendirikan usaha mandiri tergantung dari bakat pemilik perusahaannya, pada umumnya tidak semua pemilik perusahaan mandiri memiliki bakat keahlian yang sama dalam semua bidang yang diperlukan untuk mengembangkan kemajuan perusahan yang dikelolanya .
4.      Kehidupan perusahaan tidak stabil.
Pemilik atau pelaku usaha seringkali merasa bosan dalam menjalankan usahanya, terlibat dalam masalah keuangan yang rumit, atau terkadang ingin merubah bidang usahanya dengan usaha yang baru. Jika pemilik perusahaan tersebut larut dalam keadaan tersebut maka perusahaan yang dikelolanya terancam gagal/ bangkrut. Oleh sebab itu kondisi kehidupan perusahaan tergantung pada kemampuan yang dimiliki  pemiliknya dalam mengoprasikan perusahaan tersebut.